Senin, 10 September 2018

Can I still Trust Other People Besides God



Aku selalu menyangkal jika musuh seseorang adalah orang yang paling dekat dengan kita misalnya sahabat, aha atau pribahasanya yang sering kita dengar adalah “musuh dalam selimut” tapi itu dulu. Kata penyangkalan aku pada saat itu terjadi sekarang dan pernyataan sahabat itu berubah menjadi sosok yang menyeramkan, beda halnya di khianati dengan kekasih ya; perih sekali.
Dalam banyaknya pertemanan yang aku punya saat ini dari berbagai tempat dan berbagai kalangan, dari semua kelompok itu aku hanya mempercayai satu orang yang aku yakin akan mendengarkan keluh kesahku saat itu. Aku tipe orang yang selalu baik terhadap orang yang baik  dan aku tipe orang yang mudah percaya dengan orang lain tapi tanpa disadari aku berkawan dengan iblis yang saat itu menjelma menjadi manusia. Wah, sunggguh luar biasa manusia di muka bumi ini membuatku percaya semudah itu padahal jelas-jelas hanya sang penciptalah yang tidak pernah mengkhianatiku sedalam ini.
Aku ingin membeberkan semuanya di tulisan amatirku ini kesalahan apa itu? Kalau hal sepele aku tidak akan menulis ini semua. Dan yang jelas aku harus menjaga aib yang sudah di buat oleh mantan sahabatku itu. Yaaaa walaupun dia telah mudahnya menghancurkan namaku dan nama baik keluargaku. Seandainya aku jahat sama seperti dia, dengan mudahnya aku balas dendam dengannya. Karena aku mempunyai AS CARD yang dia punya dan dengan mudahnya aku menendang dia ke dalam jeruji besi yang katanya sangat dingin dan keras itu.
Ah, ini sangat gila. Benar-benar tidak percaya hal ini. Hey, jika nanti kamu membaca tulisan aku ini, aku hanya ingin bilang “jangan pura-pura menjadi diri sendiri, jika ingin menjadi jahat tunjukanlah jangan pernah menyamarkan diri sebagai manusia berhati malaikat. Kamu itu manusia yang sekarang sedang kalut dan berubah menjadi iblis yang menyeramkan untukku, apapun kesalahku padamu tetap caramu salah; kau ingin menjatuhkanku tapi ternyata kau yang terjatuh. Sudah cukup, cukup aku saja. Rubahlah pribadimu menjadi lebih baik".
Dan sekarang, I'm worried with myself. can I still trust others? Will I forever share freely and my problems with this stationery and laptop?

1 komentar:

  1. Aku galo mbaknya, calonnya ragu sesudah di lamar

    BalasHapus