Dibawah langit dengan warna hitam pekat dan udara yang sangat dingin sehabis hujan ini, ingatanku mulai flashback tentangmu ayah. Dimana masa kecilku bahagia dan kau selalu ada di sampingku, pada saat itu kau pergi meninggalkanku tapi kau kembali lagi saat aku terjatuh sakit, dengan pesawat dan pakaian dibadanmu kau langsung menemuiku di Jakarta. Pada saat itu aku merasa wanita kecil yang amatlah beruntung telah dicintai oleh seorang ayah yang luar biasa, tidak ada satu orangpun yang boleh membuatku menangis saat main, tugasku pada saat itu hanyalah bahagia di manja oleh tangan dan kasihmu.
Ayah, saat ini aku mengingat semuanya. Jika aku ingin kembali ke kedekapanmu nan hangat apakah itu hanyalah ilusi bagiku ?
Ayah, saat ini aku sudah dewasa. Tapi terkadang ilusiku ingin kembali lagi ke masa kecil dimana kau sangat mencintaiku, mengasihiku dan memanjakanku. Aku rindu dekapanmu yang sangat hangat, aku rindu ciummu yang sangat tulus. Ayah, apakah ini hanya anganku saja ? Apakah yang aku mau hanyalah ilusi saja ?
Ayah, ilusiku memang hebat. Ilusi itu selalu menghadirkanmu dalam ingatanku, apapun yang ku lakukan selalu ada gambaran wajahmu yang tampan. Ilusiku selalu membuatku akan selalu berada dalam dekapanmu setiap detik.
Rutinitasmu yang keras di Jakarta hanya untuk memberikan makan,pendidikan dan fasilitas untukku,abangku dan adik"ku. Darah,jiwa raga dan keringatmu bahkan nyawamu hanya untuk kami. Ayah, aku tau dunia kerjamu,aku tau perjuanganmu ,kau menomerduakan kami demi pekerjaanmu dan tidak bisa menghabiskan waktu untuk kami disini. Tapi ayah, kami sama sekali dan tidak ada setetes rasa benci terhadapmu sedikitpun.
Jika kau tua dan renta nanti, pulanglah dan tinggalkan dunia pekerjaanmu, aku dan semua anak-anakmu yang akan merawatmu,menjagamu dan memberikan fasilitas yang layak untukmu. Itu janjiku ayah!!
"Pintu rumah ini akan selalu menerimaku dan selalu ingin kau pulang; i miss you i love you dad"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar