Kamis, 03 Agustus 2017

Come and go is destiny



Aku selalu melihat pada kenyataan yang ada dan melihat dengan kasat mata, arti dari putus dengan sang kekasih. Banyak cerita yang sudah banyak ku tampung dari sekian banyaknya manusia yang bisa disebut dengan PATAH HATI . Yap, patah berkali-kali memang membuat sebagian orang trauma dengan kejadian pahit dalam diri mereka masing-masing .

Ada yang masih mencoba dengan jatuh di tempat yang sama dan berkali-kali ada juga yang tak mau lagi mengenal dengan sosok pria/wanita dan satu lagi nih yang menurut gua paling keren sih, ada yang sebagian orang yang membiarkan dirinya untuk menyendiri untuk beberapa tahun dan berharap akan ada pelabuhan terkahir untuk dirinya dan berharap ratu atau pangeran benar-benar ada dalam dunia nyata yang memiliki satu cinta dan cinta itu akan dibawa sampai mati.

Singkat cerita

Ketika seseorang yang sudah patah berkali-kali ingin mencoba membuka hatinya untuk orang lain lalu mengetuknya dan masuk kembali. Sangat tidak mudah untuk semua itu, lalu ada orang asing yang berhasil mengetuk pintu hati seseorang tersebut.

Dengan semua kerendahan hatinya dia pun mencoba untuk membukakan pintu itu. Mereka saling mengenal dan menceritakan diri mereka masing-masing tanpa bertemu face to face mereka hanya intens dalam nuansa chatting. Orang asing ini selalu mengajak bertemu tapi seseorang yang selalu patah ini enggan menanggapi hal tersebut bahkan sama sekali tidak ia tanggapi. Padahal niat seseorang ini hanya ingin melihat seberapa besar niat dan kesabaran orang asing tersebut.

Beruntungnya seseorang ini karena tidak terlalu percaya dan baper pada orang asing tersebut. Bahwasanya, patah dan jatuh berkali-kali adalah pembelajaran untuk berjalan lebih hati-hati lagi bahkan hukumnya wajib. Sujud syukur untuk yang dia rasakan saat itu karena dia telah tau bahwa orang asing itu adalah hanya sekedar mampir dan bertamu lalu pergi, bahkan untuk menyesal dan sakit sama sekali tidak.

Seseorang ini buat gua jadi belajar banget, pengalaman diri sediri bahkan dari orang lain sekalipun. Orang asing yang sengaja datang itu hanya mencari hiburan sesaat tapi menurut gua pribadi orang asing itu mthrfckr bgt sih, ngapain datang lalu pergi demi menghibur diri mereka sendiri TANPA memikirkan bagaimana seseorang yang patah dan bahkan mempunyai trauma yang sangat berlebihan, iya kalo orangnya ga baper nah kalo baper terus jatuh hati sama orang-orang asing gimana ceritanya ??

Yes, come and go is destiny. Human can only dream and have plan but only the destiny of the god determine the final result.
We can go crazy for thinking too much about things that are not important but still there and all the time too many messages for god, hopefully one of them can be fulfilled.
Hey guys, there are still many important things beside love affair. After this heart once felt sick from there i put love in last order
haha CATET!!

Jakarta, 4 Agustus 2017

                                                                                                                          Aldila Christy

Kamis, 04 Mei 2017

berbicara tentang waktu









Berbicara Tentang Waktu

Waktu, dimana detik begitu cepat berdetik dan selama nyawa masih berdetak tak sedikitpun aku ingkar pada sebuah rasa. Ya, rasa dimana harus berontak pada zona kehancuran dan selalu belajar pada retorika yang ada. Aku selalu berangan dan bermimpi setinggi-tingginya dan aku tak lupa untuk bersyukur dan membumi.
Aku selalu bertanya pada sang waktu, kapan waktu akan berhenti berdetik tapi tidak ada yang menjawab dan saya pun menjawab pertanyaanku sendiri. Waktu akan berhenti di dalam kehidupanku jika nanti aku menutup mata. Ternyatalah waktu yang sangat amat penting, dimana waktu kita akan menemukan jati diri atau mungkin kebahagiaan yang abadi didalam kehidupan selama itu masih membumi. Tidak akan ada habisnya jika membicarakan waktu. Karna waktu adalah sesuatu yang selalu ditunggu oleh semua insane di bumi ini.

“Hai waktu, entah siapa kamu aku selalu menaruh harapan besar pada dirimu. Karna kebahagiaanku selalu kau yang menentukan”.


Jakarta, 4 Mei 2017